Dukunganmu pada Fanicat.com akan sangat membantu pembuatan konten dan kelangsungan blog ini. Silahkan kunjungi link berikut untuk mendukung kami: https://sociabuzz.com/fanicat/support

Kucing mengeong untuk mengekspresikan diri dan berkomunikasi. Arti kucing mengeong sendiri bermacam-macam, begitu juga variasi suara mengeong juga cukup banyak.

Mengeong

Kucing dewasa mengeong kebanyakan untuk berkomunikasi dengan manusia, terutama pemiliknya. Dari kucing-kucing jalanan yang saya amati pun tidak pernah mereka mengeong untuk berkomunikasi di antara mereka, kecuali di saat konflik.

Kucing yang mengeong pada pemiliknya umumnya karena menginginkan sesuatu. Misalnya makan, minum, perhatian, minta dibukakan pintu, atau minta bermain.

Suara mengeong ini bisa ceria, lembut atau agak keras. Ngeong dengan suara yang lebih keras bisa juga menunjukkan kucing sedang kesal, khawatir, atau tidak suka pada sesuatu.

Mendengkur (Purring)

Dengkuran kucing adalah dengkuran yang lembut dan dalam. Rasanya menyenangkan mendengarkan dengkuran kucing semacam ini.

Suara ini dikeluarkan kucing biasanya saat suasana hatinya baik, sedang senang. Makanya kucing yang dielus-elus sering mengeluarkan dengkuran yang lembut. Kucing yang merasa sangat sakit atau sedang dalam proses melahirkan juga bisa mendengkur, sebagai upaya mereka untuk membuat dirinya nyaman.

Mencericip

Cericipan kucing mirip dengan suara burung. Saat mengeluarkan suara ini kemungkinan kucing sedang bersemangat, atau ingin kamu memeriksa sesuatu yang penting.

Kucing saya pernah saat melihat cicak di dinding dia mencericip. Bergairah memandang cicak dan terlihat ingin sekali menangkapnya.

Berceloteh

Kucing membuat suara mengeong rendah berkali-kali seolah sambil menggemeretakkan giginya. Kadang disertai dengan mencericip.

Suara ini terkenal dikeluarkan kucing saat ia melihat binatang kecil seperti burung atau tupai dari jendela. Kemungkinan suara ini adalah ekspresi kegairahan kucing karena melihat buruan dan sekaligus kecewa karena tidak bisa memburunya. Dengan kata lain kucing gembira sekaligus frustasi.

Mendesis

Desisan dikeluarkan kucing ketika ia merasa terancam, bisa juga karena kaget. Kucing mendesis artinya dia meminta dengan tegas agar ditinggalkan sendiri.

Juga pertanda kalau dia siap menyerang bila perlu, makanya saat mendesis postur tubuh kucing juga tampak waspada siap berkelahi. Kadang saat mendesis air liur kucing juga ikut keluar.

Meraung

Suara mengeong yang panjang dan keras, seperti melolong. Suara ini biasa dikeluarkan oleh kucing yang sedang birahi. Mereka meraung terus dan cukup mengganggu karena berisik.

Kucing yang berkonflik dengan kucing lainnya juga mengeluarkan suara ini sebelum benar-benar berkelahi. Bertujuan untuk menakut-nakuti lawannya sehingga lawannya pergi.

Kalau kucingmu tidak birahi/sudah disteril, tidak sedang berkelahi tapi dia melolong mungkin dia merasa kesakitan, bosan, atau tidak nyaman. Meraung atau melolong juga digunakan kucing untuk meminta tolong dalam keadaan darurat misalnya dia terjepit atau terjebak. Juga untuk mengusir ancaman.

Berteriak

Suara ngeong yang keras dan tajam seperti jeritan. Kucing yang sedang berkelahi biasa mengeluarkan suara ini. Juga kucing yang tiba-tiba kaget atau kesakitan misalnya terinjak ekornya, ditendang, atau dipukul.

Menggeram

Kucing menggeram biasanya karena takut, marah, tidak puas, atau terancam. Geraman juga bisa disertai dengan postur tubuh yang defensif. Kucing saya juga pernah menggeram sambil berjalan mondar-mandir saat ada orang yang dibencinya di depan teras rumah.

Geraman juga kadang dikeluarkan kucing saat makan atau ‘memegang’ mainan. Tujuannya agar kucing lain tidak berani merebut makanan atau mainan tersebut. Hal ini pernah saya alami saat memberi makan kucing-kucing liar, ada yang makan sambil menggeram mengusir kucing lainnya.

Konteks dan Kebiasaan

Arti kucing mengeong juga tergantung pada konteks atau kondisi yang ada saat kucing mengeong. Kadang saya tidak bisa membedakan suara ngeong kucing saya apakah dia minta makan atau minta main.

Dengan mengetahui konteks saya bisa menebak kemauannya dengan lebih tepat. Misal jika dia mendekati saya dan mengeong 2-3 jam setelah makan terakhir, bisa jadi dia lapar.

Jika dia baru saja makan maka mungkin ngeongnya berarti minta main. Saya juga suka mengecek apakah air minumnya habis, karena dia juga sering mengeong untuk minta minum.


Uwais

Konten blog ini hanya untuk pengetahuan dan hiburan. Meski saya berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, konten yang ada bukan sebagai pengganti saran (dan semacamnya) dari dokter hewan. Kamu tetap harus berkonsultasi ke dokter hewan.

Saya juga terbuka untuk saran, kritik, dan senang sekali jika kamu ingatkan jika ada hal yang salah di blog ini. Mau kerjasama juga boleh misalnya guest post, promosi bisnis terkait kucing, dll.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *