Bahaya kotoran kucing

Bahaya Kotoran Kucing, Toksoplasma Pada Kucing

Bahaya kotoran kucing memang nyata, karena parasit toksoplasma pada kucing ditemukan di kotorannya. Tidak semua, namun sebagian kotoran kucing mengandung toksoplasma (toxoplasma gondii).

Penelitian di California memperkirakan setiap tahunnya kucing (liar) menghasilkan 1,2 juta ton kotoran yang terbuang ke lingkungan di Amerika. Sekitar 1% kucing di sana diperkirakan terinfeksi toxoplasma gondii.

Bahaya Toksoplasma

Bentuk infektif toxoplasma gondii yang ada dalam kotoran kucing disebut ookista. Seekor kucing yang terinfeksi dapat menyimpan jutaan ookista, yang masing-masing dapat bertahan hidup di tanah yang lembab selama 18 bulan atau lebih. Diperkirakan hanya perlu satu ookista untuk menginfeksi manusia.

Kucing biasanya terinfeksi ketika mereka memakan burung, tikus, atau hewan kecil lainnya yang terinfeksi. Kemudian kucing menyebarkan ookista melalui kotorannya di tanah, air, rumput, dll.

Toxoplasma gondii dapat menyebabkan infeksi otak terutama pada penderita AIDS dan orang dengan kondisi yang terkait dengan defisiensi imun. Parasit ini juga diduga dapat mempengaruhi memori dan fungsi kognitif lainnya pada orang yang sehat.

Penyakit yang disebabkan oleh parasit ini disebut toksoplasmosis. Tanda dan gejalanya biasanya mirip flu, di antaranya:

  • Demam.
  • Sakit tenggorokan (kurang umum).
  • Kelenjar getah bening membengkak.
  • Sakit kepala.
  • Kelelahan.

Bahaya Bagi Wanita Hamil

Jika wanita hamil terinfeksi toxoplasma gondii, ada 30% kemungkinan janinnya juga akan terinfeksi. Meskipun ibu si janin sendiri tidak menunjukkan gejala.

Penularan ke janin lebih mungkin terjadi selama trimester ketiga, namun resiko yang lebih serius terjadi lebih besar pada awal kehamilan. Jadi sangat dianjurkan untuk wanita hamil agar tidak mengganti pasir kucing.

Resiko dan komplikasi berikut mungkin terjadi jika wanita hamil terinfeksi toxoplasma gondii:

  • Keguguran atau lahir mati.
  • Bayi mungkin menderita kejang.
  • Bayi baru lahir akan mengalami penyakit kuning.
  • Bayi mungkin mengalami infeksi mata yang serius.
  • Bayi baru lahir mungkin mengalami kerusakan otak.
  • Hati dan limpa bayi mungkin membesar.

Sebagian besar komplikasi di bawah ini bisa muncul saat anak berusia remaja atau lebih:

  • Tuli.
  • Infeksi mata yang berulang dan serius.
  • Artritis reumatoid.
  • Kanker otak.
  • Masalah mental, termasuk skizofrenia, OCD, dan masalah di sekolah.

Uap Amonia

Masalah amonia ini tidak terkait langsung dengan kotoran kucing tapi penting juga dibahas. Kita tahu, urin kucing dan urin binatang lainnya mengandung amonia.

Kotak pasir yang tidak dibersihkan secara teratur dapat mengandung penumpukan urin dan feses (kotoran), yang menyebabkan uap amonia yang berbahaya. Amonia adalah gas beracun, dapat menyebabkan masalah pernapasan dan masalah lainnya.

Amonia juga dapat menyebabkan iritasi pada selaput bronkial di paru-paru, menyebabkan banyak batuk, serta cedera pada jaringan di trakea dan paru-paru. Gejala juga bisa termasuk perasaan pusing dan sakit kepala ringan. Terutama mempengaruhi kesehatan kucing, tapi juga bisa berpengaruh ke manusia.

Seberapa Besar Bahayanya

Dari yang saya baca para ahli mengatakan secara umum toxoplasma gondii ini tidak terlalu beresiko. Kabarnya lebih dari 60 juta orang di Amerika Serikat terinfeksi toxoplasma gondii, namun biasanya tidak menimbulkan gejala apa pun. Orang dengan sistem kekebalan yang sehat dapat sepenuhnya menghindari gejala dan infeksi yang berkembang, dan tidak akan merasakan dampak negatif apa pun dari kotoran kucing.

Solusi

  1. Pelihara indoor. Kucing yang selalu dipelihara di dalam ruangan (indoor) biasanya tidak bermasalah dengan toksoplasma. Hampir semua kucing yang terinfeksi adalah kucing luar ruangan (outdoor).
  2. Ada yang menyarankan agar kucing diberi makanan kering atau makanan kaleng, dan hindari memberikan daging mentah.
  3. Dikatakan selain wanita hamil tidak perlu menjalani pemeriksaan TORCH (Toxoplasmosis, Other infection (infeksi lain), Rubella, Cytomegalovirus, Herpes simplex virus).
  4. Bersihkan kotoran, urin, dan litter box dengan baik. Ganti pasir kucing berkala. Silakan baca tulisan saya tentang berapa hari sekali mengganti pasir kucing.
  5. Saat berurusan dengan litter box pakailah masker, sarung tangan, dan cuci tangan dengan baik setelahnya. Saya juga sering mencuci kaki setelahnya, karena kadang ada pasir di lantai yang terinjak.
  6. Bersihkan lantai dari pasir kucing yang tercecer. Sapu dan pel.
  7. Jangan buang kotoran kucing ke sungai atau selokan agar tidak mencemari air dan hewan yang tinggal di dalamnya.

Harap diingat bahwa hampir semua yang ditulis di artikel ini saya ambil datanya dari situs-situs luar negeri. Maka tetap harus kiranya kamu konsultasi ke dokter dan dokter hewan setempat. Saya bukan ahli kesehatan, hanya khawatir mengingat iklim dan kondisi negara kita tentu berbeda dengan negara lain.

Tulisan ini saya buat untuk menambah informasi saja, setidaknya bisa buat bekal kita untuk berkonsultasi dengan dokter. Kalau di antara kamu ada yang tahu informasi lain atau yang lebih baik/akurat tentang berbahayanya kotoran kucing, please tinggalkan komentar. Saya akan dengan senang hati menambahkannya di artikel ini.

Referensi:

  • https://pets.webmd.com/cats/news/20130709/cat-poop-may-pose-neighborhood-health-risk
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/263300
  • https://edition.cnn.com/2013/07/09/health/expertqa-cat-poop-risks/index.html
  • https://www.teenvogue.com/story/how-cat-poop-can-affect-your-health
  • https://www.biooneduvalcounty.com/biohazard-and-crime-scene-cleanup-solutions/how-cat-urine-and-feces-can-affect-your-health-1577376257461.html
  • https://www.alodokter.com/pemeriksaan-torch-ini-yang-harus-anda-ketahui



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *