Berapa hari sekali ganti pasir kucing

Berapa Hari Sekali Ganti Pasir Kucing

Berapa hari sekali ganti pasir kucing sebenarnya pertanyaan yang kurang tepat. Karena hitungan mengganti pasir itu sebaiknya secara umum paling cepat seminggu sekali. Kalau baru beberapa hari sudah diganti, boros sekali karena harga pasir kucing cukup mahal.

Frekuensi mengganti pasir kucing tergantung pada jumlah kucing yang dimiliki, jumlah dan ukuran kotak pasir, juga jenis pasir yang digunakan. Jika misalnya kucingmu tiga dan kotak pasirnya cuma satu, pasir akan lebih cepat kotor dan habis.

Kalau kamu mulai memelihara kucing dan menyediakan kotak pasir, nanti lama-lama kamu akan menemukan sendiri frekuensi mengganti pasir yang paling sesuai.

Buang Kotoran Setiap Hari

Ini penting sebab jika kotoran (feses) dan kencing (urin) kucing dibiarkan selama berhari-hari akan terjadi penumpukan. Akibatnya timbul uap amonia yang tidak bagus bagi kesehatan. Bakteri juga kemungkinan banyak menumpuk di pasir.

Kalau sudah demikian, menurut saya pasir sebaiknya harus diganti. Karena ada resiko bibit penyakit yang banyak menumpuk. Juga kasihan kucingnya kan, coba bayangkan memangnya kita nyaman jika sehari saja kotoran di toilet rumah tidak disiram?

Maka sebaiknya dijadwalkan cek dan bersihkan kotak pasir dari kotoran dan kencing kucing minimal sehari sekali. Syukur bisa 2 kali sehari.

Di luar jadwal, jika kucing buang air dan kita tahu, segera bersihkan. Jangan lupa juga setelah membuang kotoran cuci sendok/sekop pasirnya.

Kapan Harus Mengganti Pasir

Pemakain jenis pasir yang berbeda-beda berpengaruh pada frekuensi penggantian pasir kucing. Ukuran kotak pasir juga demikian, semakin besar maka isi pasirnya makin banyak dan waktu penggantiannya makin lama.

Informasi yang saya dapatkan ada orang yang mengganti pasir kucing seminggu sekali, atau 2 minggu sekali, atau sebulan sekali. Menurut saya sih kalau kamu sudah terbiasa memelihara kucing, nanti akan ketemu sendiri jadwal mengganti pasir kucing yang paling cocok untukmu.

Saya sendiri biasanya menaruh pasir kucing sekitar 5-10 cm di dalam kotak. Jangan terlalu penuh sehingga saat kucing menggali tidak terlalu banyak pasir yang tercecer keluar.

Setiap hari saya buang kotoran kucing, juga urinnya. Proses pembuangan ini kan sekaligus membuang pasir yang menggumpal karena terkena kotoran/kencing. Tergantung jenis pasirnya juga sih.

Maka makin lama pasir akan makin menipis. Jika sudah hampir habis biasanya baru saya buang dan ganti dengan yang baru. Tetapi jika pasir sudah sangat kotor meski belum menipis, tetap saya buang dan ganti.

Punya kotak pasir cadangan akan lebih baik. Karena saat mengganti pasir, kotaknya mesti dicuci dengan sabun dan dibilas benar-benar bersih, setelah itu dikeringkan. Nah, saat kotak satunya dicuci kamu bisa memakai kotak cadangan.

Penting untuk diperhatikan:

  • Wanita hamil jangan berurusan dengan kotak pasir, untuk mencegah terinfeksi parasit toxoplasma gondii. Baca lebih lanjut tentang bahaya kotoran kucing bagi wanita hamil.
  • Pakai minimal masker, lebih bagus lagi jika ada sarung tangan. Kenakan saat membuang kotoran, mengganti pasir, dan mencuci kotak pasir.
  • Saya belum mencoba, namun katanya menaburkan selapis tipis baking soda di dasar kotak bisa menyerap bau.
  • Ketika kucing menggaruk/menggali di luar kotak untuk menutupi kotorannya, itu mungkin karena pasir sudah kotor. Sehingga kucing jijik menyentuhnya. Coba cek apakah ada kotoran atau pasirnya sudah perlu diganti.

Pelet Kayu

Frekuensi penggantian pasir kucing di atas sudah saya terapkan untuk pemakaian pasir gumpal (clay) dan pasir organik (kedelai). Selain itu saya juga punya pengalaman tersendiri dengan pasir kucing berbentuk pelet kayu.

Jika terkena feses kucing, pelet kayu tidak bereaksi. Tinggal diambil dan dibuang fesesnya. Namun saat terkena air kencing, pelet akan terurai dan menjadi serbuk.

Cara saya membuang bubuk kayu yang sudah terkena kencing kucing ini ada dua:

  1. Menggunakan sendok pasir yang berlubang saya ambil serbuk kayunya. Lalu saya ayak di wadah kosong, sehingga serbuk kayu jatuh dan tersisa potongan pelet yang masih utuh. Pelet yang utuh ini saya taruh lagi di kotak pasir.
  2. Gunakan kotak pasir yang dasarnya berlubang, rangkapi dengan kotak yang sedikit lebih besar tapi tidak berlubang. Setiap hari tinggal diayak saja sehingga serbuk kayu terjatuh di kotak yang bawah.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *