Cara menemukan kucing yang hilang

Cara Menemukan Kucing yang Hilang

Kehilangan kucing bagi kita pecinta kucing adalah sebuah kehilangan yang besar. Saya pun akan sedih sekali jika kehilangan Fani, kucing saya. Apalagi jika hilangnya karena dicuri, mungkin saya akan melabrak pencurinya seperti John Wick mengamuk saat kehilangan anjingnya.

Karena itu saya menganggap pengetahuan tentang cara menemukan kucing yang hilang penting diketahui. Jadi, inilah beberapa tips mencari kucing hilang yang saya kumpulkan dari berbagai sumber.

Si Kucing Memang Ingin Pergi

Kadang kucing yang hilang tidaklah hilang, tapi karena ia ingin pergi. Tidak ingin kembali, tidak ingin ditemukan. Sebabnya macam-macam mungkin karena kucing diperlakukan kasar oleh anggota keluarga lain tanpa setahumu, kucing tidak menyukai pemiliknya yang baru, atau sebab lain.

Fani dulunya adalah milik tetangga saya, saat baru datang di rumah tetangga si Fani membuka kandang sendiri dan kabur. Sebulan tetangga saya mencarinya namun Fani bersembunyi di tempat-tempat yang susah ditemukan. Tetangga saya sudah berusaha memanggilnya, memancingnya dengan makanan tapi Fani tidak mau pulang.

Suatu malam Fani datang ke rumah saya, ikut makan dengan kucing tetangga yang sering saya beri makan. Beberapa hari kemudian Fani diluar dugaan saya, menjadi akrab dengan saya, dia tidur di teras, halaman dan di dalam rumah saya selama dua minggu. Saat itu ramadhan, saya masih ingat sering duduk di teras menunggu sahur dan Fani sering mendekat duduk di dekat saya.

Ketika tetangga saya datang menjemput Fani, Fani lari ke dalam rumah bersembunyi di tempat yang tidak kami tahu selama beberapa jam. Setelah tetangga pergi baru Fani menampakkan dirinya. Singkat cerita Fani berhasil dibawa pulang oleh tetangga saya, namun sekitar dua minggu kemudian dia memberikan Fani pada saya untuk dipelihara.

Untuk kucing yang memang pergi karena sengaja minggat, setelah kamu temukan kembali, perlakukanlah dengan baik dan sayang. Amati juga apakah ada sesuatu atau seseorang di rumah dan sekitarnya yang membuatnya terancam. Kalau ada, atasi masalah yang ada, agar kucingmu tidak pergi lagi.

Cari di Sekitar Rumah

Jika kucingmu tiba-tiba tidak ada, belum tentu ia hilang, bisa jadi ia hanya bersembunyi. Cari di seluruh penjuru rumah, jangan lupa siapkan senter dan makanan kucing yang baunya kuat.

Cari di kamar, lemari, bawah meja, garasi, bawah mobil (cek juga mesin mobil), belakang mesin cuci, dan lain-lain sambil memanggilnya. Jelajahi juga halaman, cek pohon dan semak, selokan, sela-sela pot bunga, seluruh bagian halaman.

Cari di Lingkungan Sekitar

Perluas pencarianmu di lingkungan sekitar jika kucingmu tidak kamu temukan di sekitar rumah. Bawa senter dan foto kucingmu (bisa foto di handphone). Telusuri jalan di lingkungan tempat tinggalmu, tanya tetangga yang kamu temui apakah mereka melihat kucingmu, tunjukkan fotonya.

Kalau perlu, minta ijin tetangga untuk mencari di sekitar rumah mereka. Terutama jika kamu tahu kucingmu suka sembunyi di rumpun bunga di halaman tetanggamu, misalnya.

Datangi juga tetanggamu yang punya kebiasaan memberi makan kucing liar, barangkali kucingmu makan di tempatnya juga. Kalau perumahanmu ada satpamnya, tunjukkan foto atau video kucingmu pada mereka dan minta tolong barangkali mereka melihat kucingmu. Satpam kan biasanya meronda keliling perumahan.

Jangan lupa cari juga di tempat-tempat tinggi seperti atap, pohon, dan balkon lantai dua rumah tetanggamu. Sehari lebih pernah kucing saya tidak pulang dan pagi-pagi saya melihatnya bersantai di atap rumah tetangga.

Kucing yang hilang bukan karena dicuri biasanya sembunyi dekat saja dengan rumahmu. Sebuah studi mengatakan kebanyakan kucing bersembunyi pada jarak 3-5 rumah dari titik kabur mereka. Jadi, aktiflah mencari di sekitarmu.

Terus Lakukan Pencarian

Ada lho kucing hilang yang setelah 2 bulan baru ditemukan. Jadi kamu jangan segera menyerah mencari kucingmu.

Cari lagi di tempat yang sama kamu pernah mencari, sebab kucing bisa berpindah-pindah tempat sembunyinya. Cari di waktu lingkungan sekitarmu dalam keadaan sepi, terutama di malam dan waktu menjelang fajar.

Kalau kamu hafal suara kucingmu, pasang telinga juga, barangkali dia mengeong. Saat Fani sampai jauh malam belum pulang ke rumah, saya mendengar suaranya yang sedang persiapan berantem lawan kucing lain. Dari suaranya itu saya bisa menemukannya.

Datangi Klinik Hewan Terdekat

Jika ada klinik hewan di dekat tempatmu tinggal coba datangi apakah mereka pernah melihat kucingmu. Bisa jadi kucingmu terluka atau tertabrak motor lalu ditolong orang dan dibawa ke klinik. Kalau di dekat rumahmu ada animal shelter tidak ada salahnya juga kamu mencari info tentang kucingmu di situ.

Sediakan Makanan dan Air di Luar Rumah

Sementara itu, siapkan makanan dan air untuk kucingmu dan taruh di halaman atau teras. Kucing yang dalam keadaan takut akan datang diam-diam di malam hari yang sepi. Apalagi jika kucing itu sudah kamu pelihara beberapa lama, ia akan tahu bahwa di rumahmu ada makanan untuknya.

Saat kucingmu datang sebaiknya jangan langsung dikejar dan tangkap. Lakukan pendekatan dulu sampai kucingmu nyaman dan percaya padamu. Kalau kucingmu benar-benar baru kamu pelihara, mungkin kamu butuh beberapa hari mendekatinya.

Ketika Fani pertama kali makan makanan kucing yang saya taruh di halaman, ia datang di malam hari dan halaman sepi, pintu rumah ditutup. Ketika saya membuka pintu rumah untuk mencoba mendekatinya, ia lari. Fani jelas terlihat saat itu dalam keadaan takut dan tidak percaya pada siapa pun.

Maka saya dan istri melakukan pendekatan bertahap. Di lain waktu makanan saya taruh di luar dan pintu saya buka sedikit, di hari berikutnya pintu saya buka lebar. Selama proses itu saya memanggilnya dengan lembut, berusaha mendapatkan kepercayaannya.

Hingga suatu malam, saat makan dia tidak lari saya dekati, tapi begitu saya menyentuh tubuhnya dia berjalan pergi. Pertanda baik, dia berjalan dan tidak lari. Baru malam berikutnya, saat tidak ada makanan kucing di luar karena saya belum beli, dia datang bersama kucing tetangga yang biasa saya kasih makan.

Fani mengeong-ngeong, saya bukakan pintu dan kedua kucing itu masuk. Mulai malam itulah saya dan istri mendapat kepercayaan dari Fani dan dia betah di rumah saya.

Buat Poster dan Sebarkan

Buat poster kehilangan kucing berisi:

  1. Foto close up wajah kucingmu.
  2. Foto full body kucingmu saat berdiri.
  3. Kontakmu, bisa nomor telepon, nama, email, alamat rumah. Hanya masukkan info kontak yang sekiranya aman dan nyaman buatmu.
  4. Imbalan, jika ada.

Sebaiknya foto dibuat berwarna agar warna kucingmu jelas terlihat. Kamu bisa menggunakan jasa percetakan untuk mencetak beberapa puluh poster.

Tempelkan poster di tempat strategis dan jangan lupa lapisi/laminating dengan plastik agar tahan air dan tidak cepat rusak. Sebar juga posternya ke klinik hewan dan animal shelter terdekat, serta tempat-tempat umum (kafe, warnet, dll).

Hati-hati jika ada orang yang mengontakmu sehubungan dengan kucingmu yang hilang. Waspada terhadap orang jahat yang ingin mengambil keuntungan.

Manfaatkan Media Sosial

Sebar juga berita kehilangan dan foto kucingmu di media sosial. Di antaranya adalah di grup Facebook, bisa grup pecinta atau grup jual beli kucing, dan grup kota tempat tinggalmu.

Kirim juga ke grup Whatsapp yang kamu ikuti yang sekiranya anggotanya berpotensi akan menemukan kucingmu (grup WA RT, RW, karang taruna, dsb). Cek juga forum dan grup jual beli kucing. Barangkali kucingmu ditemukan atau dicuri orang dan dijual di sana.

Minta Bantuan Kucing Lain

Sebuah tulisan di Japan Today menceritakan seorang pengguna Twitter asal Jepang @charlie0816 kehilangan kucing dan mencoba cara unik. Dia menulis di akunnya:

“Kucing saya kabur dua hari yang lalu dan tidak kembali, tetapi seseorang di Twitter berkata, ‘Bicara pada kucing-kucing di lingkungan tempat tinggalmu dan bilang pada mereka, ’ Kalau kamu melihat kucingku, tolong katakan padanya agar pulang’ adalah teknik yang efektif.’ Jadi tadi malam, saya pergi ke toko setempat dan mencobanya dengan berbicara pada kucing-kucing liar di sana, dan kemudian pagi ini kucing kami kembali di depan rumah kami. Um … benarkah ini efektif?”

Cuitan Charlie mendapat respon dari beberapa orang yang menceritakan mereka dan keluarganya pernah menggunakan teknik yang sama dan berhasil.

kucing hilang japantoday

Kalung Untuk Pencegahan

Ada bagusnya kucing diberi kalung, tapi pilih yang kalungnya nyaman dan mudah diputus oleh kucing untuk berjaga-jaga jika kalungnya tersangkut ke sesuatu. Kalung secara tidak langsung memberi tahu orang bawah kucing tersebut ada pemiliknya.

Kamu bisa memasang semacam lonceng kecil di kalung kucingmu, agar kalau dia bergerak kamu bisa mendengar suaranya. Istri saya suka dengan kalung berlonceng, sedangkan saya suka dengan kalung dengan liontin yang bertuliskan kontak pemiliknya (minimal nomor handphone/WA). Tapi kami sepakat, kalau ada budget lebih baik beli kalung yang ada GPSnya.

Kalung lonceng kucingKalung Lonceng Kucing

Dengan kalung ini pergerakan kucingmu terpantau tapi hanya sebatas jangkauan pendengaranmu. Cocok juga bagi kucing indoor tapi yang suka sembunyi di dalam rumah di tempat yang susah ditemukan.

Beli di Bukalapak

Tag ID kucingKalung ID Tag Kucing

Liontin kalung berupa ID tag yang berisi alamat, nomor telepon, dan nama kucing. Sehingga orang yang menemukan kucingmu bisa langsung menghubungi kontakmu dengan mudah.

Beli di Bukalapak

Kalung GPS kucingKalung GPS Kucing

Kalung yang dilengkapi GPS ini membuatmu lebih mudah mengetahui di mana tepatnya posisi kucingmu. Pilih yang kedap air sehingga aman jika kucing kehujanan.

Beli di Bukalapak

Jika kucingmu yang hilang berhasil kamu temukan, perlakukan dengan baik, beri makanan kesukaannya juga minuman. Periksa apakah ada luka di tubuhnya, lihat juga apakah kucingmu menunjukkan tanda-tanda sakit. Bisa jadi kucingmu ditemukan dalam keadaan kotor setelah sekian lama berpetualang di luar, segera bersihkan atau dimandikan.

Semoga kita semua tidak akan pernah kehilangan kucing ya. Bagi sebagian orang kucing sudah menjadi semacam anggota keluarga, jika hilang sedih rasanya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *