Fungsi ekor kucing

4 Fungsi Ekor Kucing dan Hal Penting Lainnya Seputar Ekor Kucing

Ekor kucing bukan sekedar hiasan tapi merupakan bagian tubuh yang penting. Fungsi ekor kucing ada 4 yaitu untuk komunikasi, keseimbangan, membantu pendaratan dari tempat tinggi, dan sebagai indra peraba.

Simak Keempat Fungsi Ekor Kucing Lebih Detail di Bawah Ini

1. Ekor Kucing Digunakan Untuk Menyatakan Perasaan dan Berkomunikasi

Posisi dan gerakan ekor kucing seperti kibasan yang lebar, tegaknya ekor, dan bergelungnya ekor kucing mempunyai arti khusus. Tapi maksud utamanya bukan untuk berkomunikasi dengan kita, gerakan dan posisi ekor kucing adalah untuk mengekspresikan perasaannya.

Dari gerakan dan posisi ekornya kamu bisa tahu suasana hati (mood) kucingmu apakah ia sedang gembira, takut, atau marah. Mempelajari arti gerakan dan posisi ekor kucing akan membuatmu makin dekat dengan anak bulumu, dan memperlakukannya sesuai dengan kebutuhan perasaannya.

Para kucing juga menggunakan ekornya untuk berkomunikasi satu sama lain. Misalnya saat mengundang kucing lain untuk mendekat dan mencium baunya, kucing akan mengangkat ekor mereka ke udara saat berada di antara kucing lain.

Kabarnya kucing dengan ekor sangat pendek atau yang tidak mempunyai ekor lebih sering diserang oleh kucing lain. Karena kucing lain sulit mengetahui perasaannya sebab tidak bisa tersirat di gerakan dan posisi ekornya.

2. Ekor Kucing Berfungsi Untuk Menjaga Keseimbangan

Jika kamu berjalan di ketinggian di bidang yang sempit dan panjang, secara naluriah kamu akan merentangkan tangan untuk menjaga keseimbangan. Seperti itulah kegunaan ekor kucing saat ia berjalan di tempat-tempat tinggi dan sulit seperti di atas tembok, cabang pohon, dan atap rumah.

Ekor kucing juga memberi keseimbangan saat ia mengejar atau menerkam mangsanya. Saat kucing terluka, fungsi ekor makin menjadi penting untuk menjaga keseimbangan tubuhnya.

3. Kucing Menggunakan Ekornya Untuk Membantu Mendarat dari Tempat Tinggi

Kucing terkenal mampu mendarat dari ketinggian dengan mulus di atas keempat kakinya. Disitu ekor berperan menambah stabilitas pendaratan.

Tapi kucing bukan binatang sakti yang mampu mendarat dengan baik dari tempat setinggi apapun. Ia juga bisa cedera jika meloncat dari tempat yang terlalu tinggi bagi ukurannya. Maka jika kamu lihat kucingmu di rumah berada di ketinggian yang mengkhawatirkan, misalnya di atas lemari, segera bantu dia untuk turun.

4. Ekor Kucing Berfungsi Sebagai Indra Peraba

Umumnya ekor kucing mengandung sekitar 10 persen dari jumlah keseluruhan tulangnya. Ekor itu berisi banyak sekali saraf yang salah satu fungsinya adalah saraf sensorik.

Dengan ekornya kucing bisa mengenali keadaan lingkungan sekitar dirinya. Misalnya ia menggunakan ekornya untuk mengukur lebar ketika berjalan di jalur yang sempit.

Selain fungsi-fungsi di atas, beberapa ras kucing berukuran besar seperti Maine Coon kadang menggunakan ekornya sebagai penghangat tubuh. Dengan cara melingkarkannya rapat ke sekeliling tubuh mereka.

Hal-hal Penting Lain Seputar Ekor Kucing

Sebagai bagian tubuh yang penting bagi kucingmu, info seputar ekor kucing berikut kiranya akan berguna bagimu dalam merawat dan berinteraksi dengan kucingmu.

Kebanyakan Kucing Tidak Suka Ekornya Disentuh atau Dibelai

Apalagi jika ditarik dengan kasar, mereka akan marah. Gangguan pada ekornya meski tidak menimbulkan kerusakan fisik, tetap bisa membuat kucing tidak nyaman secara emosinal. Saya kira kucing dari sananya dibekali dengan insting yang protektif terhadap ekornya, sebab ekor adalah bagian tubuhnya yang penting dan…

Cederanya Ekor Kucing Dapat Menyebabkan Kerusakan Serius

Ekor kucing pada dasarnya adalah perpanjangan dari tulang belakangnya, meski ekor bukanlah tulang belakang. Namun, cederanya ekor kucing bisa mengakibatkan kerusakan permanen pada tulang belakang mereka.

Saraf pada ekor kucing jika terganggu bisa menyebabkan matinya indra peraba di ekor, kesulitan berjalan, hingga susah buang air kecil dengan benar. Kasihan kan? Salah satu yang bisa merusak saraf ekor adalah jika ekor kucing ditarik, bisa sembuh namun bisa juga tidak.

Tapi Kucing Bisa Baik-Baik Saja Kok Jika Tidak Mempunyai Ekor

Dalam perjalanan hidupnya bisa jadi karena entah apa kucing kehilangan ekornya. Ia akan beradaptasi dan hidup normal selama tidak ada kerusakan di tulang atau sarafnya. Kucing yang dari lahirnya tidak memiliki ekor atau berekor sangat pendek, bisa menjalani harinya dengan normal.

Kesimpulan

Nah, mulai sekarang lebih hati-hati dengan ekor kucing kesayanganmu. Jangan diusik, juga jangan perbolehkan orang lain mengusiknya juga.

Kucing saya pernah ditarik ekornya oleh orang karena dia mau kabur saat akan dimandikan. Kucing saya jadi benci dengan orang itu, dia menggeram sambil menyembunyikan dirinya. Saat itu saya tidak paham sebabnya, namun sekarang saya tahu dan berusaha kejadian yang sama tidak akan terulang lagi.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *