Fungsi kumis pada kucing

7 Fungsi Kumis Pada Kucing, Bukan Sekedar Hiasan Lho!

Saya pertama kali belajar apa itu fungsi kumis pada kucing ketika waktu kecil membaca cerpen Enid Blyton berjudul Kucing Tanpa Kumis. Ketika kucing akan memasuki sebuah lubang, dia mengukur dengan kumisnya yang tumbuh selebar tubuhnya.

Jika kumisnya menyentuh pinggiran lubang, berarti lubang itu tidak cukup dimasuki tubuhnya tanpa suara. Sebuah pengetahuan yang keren bagi saya waktu itu. Sekarang, saya menulis fungsi kumis kucing yang lebih detil di artikel ini.

Mengenal Kumis Kucing

Kucing umumnya memiliki 24 kumis pada moncongnya, masing-masing 12 helai di kiri dan kanan. Disebut kumis karena memang tumbuhnya di atas mulut kucing. Tapi sebenarnya kumis itu juga tumbuh di atas matanya, telinga, dagu, dan di belakang kaki depan bagian bawah.

Kumis kucing adalah semacam rambut yang panjang, kaku, tebal, sangat sensitif, dan akarnya penuh dengan syaraf. Nama bakunya adalah vibrissae, berasal dari bahasa Latin vibrio yang artinya bergetar.

Pada ujung kumis terdapat organ sensorik yang bernama proprioceptor. Jadi akar dan ujung kumis membuat kumis kucing sangat peka terhadap getaran dan perubahan di lingkungan sekitar. Maka tak heran jika kumis pada kucing fungsi utamanya adalah sebagai alat indera.

Tak seperti bulu, kumis kucing tidak mudah tercabut. Karena akarnya tertanam 3 kali lebih dalam hingga terhubung ke sistem otot dan syaraf. Hal itu memungkinkan kumis mengirimkan pesan sensorik ke otak tentang informasi lingkungan di mana kucing berada.

Luar biasa Allah menciptakan makhlukNya, ya?

Fungsi Kumis Pada Kucing, Apa Saja?

  1. Alat pengukur lebar lubang

Kumis kucing tumbuh melintang di moncong selebar tubuhnya. Itulah sebabnya kucing menjengukkan kepalanya ke lubang sebelum memasukinya. Ia sedang mengkur lubang itu dengan kumisnya, memperkirakan apakah tubuhnya bisa masuk atau tidak.

Hal itu penting misalnya untuk berburu. Kucing mengintai tikus kecil buruannya dari semak-semak. Ketika ia ingin mengendap-endap mendekat dia akan mengukur dulu dengan kumisnya apakah tubuhnya muat lewat di sela semak tanpa menimbulkan suara.

  1. Alat peraba getaran di udara

Kumis kucing dapat merasakan getaran di udara, berguna untuk mengukur jarak atau mengejar mangsa. Kumis kucing juga dapat mendeteksi perubahan arus udara, memungkinkan kucing merasakan bahaya yang mendekat.

  1. Membantu penglihatan jarak dekat

Penglihatan jarak dekat kucing tidak begitu bagus, mereka punya kendala melihat dengan jarak 30 cm ke bawah. Kumis berperan untuk membantu penglihatan dekat.

Kucing akan megarahkan kumisnya ke depan. Sentuhan dan sapuan kumis terhadap benda membantu kucing mengetahui ukuran, tekstur, dan posisinya. Kumis yang tumbuh di kaki depan juga sering digunakan membantu penglihatan jarak dekat khususnya saat menangkap mangsa.

  1. Membantu saat memanjat dan melompat

Kucing adalah pemanjat yang cekatan. Salah satu rahasianya adalah kumis yang tumbuh di kaki depannya.

Saya tidak tahu bagaimana cara kerjanya. Dugaan saya, misalnya saat memanjat pohon, kumis di kaki mendeteksi apakah di dekat kakinya ada cabang/ranting pohon? Lalu dengan cepat kucing menancapkan kukunya ke pohon itu dan memanjat.

Selain itu kumis di kaki juga membantu kucing melompat ke dan dari area yang sempit. Juga membantunya mendeteksi permukaan jalan apakah aman atau tidak, misalnya mungkin ada paku tajam mencuat di jalan.

  1. Membantu meningkatkan penglihatan malam

Kucing melihat dalam kegelapan lebih baik dibanding manusia. Kumisnya membantu meningkatkan penglihatannya itu dengan cara mendeteksi perubahan arus udara. Jadi kucing bisa tahu letak benda-benda berdasarkan arus udara itu.

  1. Alat perlindungan

Kumis kucing mampu mendeteksi permukaan benda yang tajam. Kumisnya yang tumbuh pada mata juga sensitif terhadap benda sekecil debu sekalipun.

  1. Mengekspresikan suasana hati

Setidaknya ada 3 posisi kumis kucing yang masing-masing menunjukkan suasana hatinya. Jika kumisnya mengarah ke depan, kucing sedang tertarik pada sesuatu.

Jika kumisnya kaku dan ditarik di sekitar wajah ia sedang merasa terancam. Jika kumisnya rileks, kucing sedang gembira dan suasana hatinya bagus.

Penting!

Kumis kucing memang bisa tumbuh kembali jika tercabut atau terpotong. Tapi jangan pernah kamu sengaja memotongnya, apalagi memotong semua kumisnya.

Kucingmu mendadak akan kehilangan kemampuannya untuk merasakan lingkungan. Itu bisa membuatnya ketakutan dan kebingungan.

Kucing juga bisa mengalami whisker stress. Penyebabnya tempat makan kucingmu sempit, sehingga saat makan kumisnya tertekan.

Tandanya kucing mengalami whisker stress misalnya dia mengeluarkan makanan di tempat makan ke lantai lalu baru dimakan. Solusinya, gunakan tempat makan yang lebih lebar.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap