Hairball kucing

Hairball Kucing: Penyebab, Bahayanya, Cara Mengontrolnya

Hairball kucing sempat menipu saya di awal-awal memelihara kucing. Tergeletak di lantai, saya menyangka kucing saya buang air besar sembarangan. Kalau tidak salah saat itu saya membatin, “Kok tidak bau ya?”

Sekarang setelah sekian lama menjadi cat owner, saya sudah terbiasa dengan bulu kucing dan permasalahan yang ditimbulkannya. Mengotori lantai, menempel di baju dan karpet, dan menyebabkan hairball.

Apa Itu Hairball dan Apa Penyebabnya?

Kucing sering grooming dirinya sendiri dengan cara menjilati bagian-bagian tubuhnya. Giginya juga digunakan dalam proses grooming ini. Bulu-bulu yang kusut disisirnya dan dirapikannya.

Bulu kucing sering rontok dengan sendirinya, ditambah bulu yang terlepas saat kucing grooming. Bulu-bulu itu sebagian ada yang masuk ke mulut kucing, sementara kucing tidak bisa meludah. Mau tidak mau kucing harus menelan bulunya sendiri.

Bulu yang tertelan terkumpul sedikit demi sedikit di dalam perut kucing dan menjadi hairball. Karena hairball tidak dapat dicerna, kucing mengeluarkannya dengan cara memuntahkannya atau membuangnya saat ia buang air besar.

Pada kucing saya hairball-nya berwarna lebih terang (kekuningan) dibandingkan fesesnya yang berwarna gelap. Saat saya biarkan mengering di teras rumah, hairball itu dengan ringannya terbang tertiup angin.

Hairball terjadi hampir di semua jenis kucing baik yang shorthair maupun longhair. Kucing yang tidak berambut seperti Sphynx, Peterbald, dan Bambino tidak mengalaminya.

Bahaya Hairball Bagi Kucing

Apakah kucingmu cegukan, memakan rumput, atau berusaha memuntahkan sesuatu? Kemungkinan itu pertanda ada hairball di perutnya.

Hairball menjadi berbahaya ketika ia terlalu besar sehingga tidak dapat dibuang atau dimuntahkan. Sehingga hairball itu terperangkap di dalam perut kucing. Untuk kasus yang parah sampai perlu dilakukan operasi pengambilan hairball.

Jika hairball terlalu lama berada di perut kucing maka bisa menyebabkan dehidrasi, kucing hilang selera makan, muntah, diare, sembelit, dan lainnya. Efeknya bisa menyebabkan masalah kesehatan lain, misalnya hilangnya selera makan menyebabkan kucing kekurangan nutrisi.

Cara Mengontrol Hairball

Penanganan terbaik untuk hairball yang terjebak di perut kucing dan tak kunjung keluar tentu harus diserahkan pada ahlinya, dokter hewan. Sedangkan untuk pencegahan, kita bisa mengurangi terjadinya hairball degan cara-cara di bawah ini.

  • Mandikan kucing, tapi jangan terlalu sering. Yang pernah saya baca sih patokannya jangan mandikan kucing lebih dari sekali dalam seminggu.
  • Rajin sikat bulu kucing dengan sikat khusus (cat brush). Bulu kucing yang rontok akan tersikat, kumpulkan lalu buang.
  • Bersihkan rumah secara teratur. Buang bulu-bulu kucing dari kandang, lantai, karpet, sofa, kasur, dan lainnya.

Tujuannya adalah untuk mengurangi sebanyak mungkin bulu yang rontok di tubuh kucing dan di lingkungannya. Semakin sedikit bulu rontok yang ada, semakin sedikit pula bulu yang tertelan.

Jika perlu beri kucing makanan khusus untuk masalah hairball. Makanan yang paling cocok dan seberapa banyak pemberiannya sebaiknya kamu konsultasikan dengan dokter hewan.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap