Kucing obesitas

Kucing Obesitas dan Bagaimana Mengatasinya

Kucing obesitas (kegemukan) adalah sesuatu yang serius, jika tidak ditangani dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum terjadi pada kucing peliharaan.

Bahaya Kucing yang Obesitas

Kucing dengan obesitas dikatakan bisa mempunyai harapan hidup yang lebih rendah. Resiko penyakit berikut meningkat yaitu diabetes, fatty liver, radang sendi, tekanan darah tinggi, pernapasan, kanker, penyakit jantung, dan lainnya.

Obesitas memperpendek umur kucing dan membuat mereka lebih mungkin terserang penyakit. Bahkan kelebihan berat badan skala sedang pun mengurangi harapan hidup kucing.

Dari yang saya baca dulu lemak dianggap jaringan yang relatif tidak aktif, hanya menyimpan kalori berlebih. Bukti ilmiah sekarang mengungkapkan bahwa jaringan lemak aktif secara biologis. Ia mengeluarkan hormon inflamasi dan menciptakan stres oksidatif pada jaringan tubuh, yang keduanya berkontribusi pada banyak penyakit.

Penyebab Kucing Obesitas

  • Kucing terlalu banyak makan, mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibakar oleh tubuhnya.
  • Kurang aktivitas fisik.
  • Kucing stres yang mengakibatkan pola makannya tidak sehat.
  • Beberapa kucing yang resiko obesitasnya lebih tinggi adalah kucing yang disteril, kucing non pedigree (rasnya tidak murni), dan kucing jantan.

Cek Apakah Kucingmu Kegemukan

Lakukanlah palpasi (meraba badan kucing dengan tagan dan jarimu). Karena berat ideal untuk setiap jenis kucing berbeda, maka timbangan bukanlah cara termudah menentukan apakah kucing memiliki berat ideal. Maine coon misalnya, badannya lebih berat dibanding dengan kucing Anggora.

Berikut adalah ciri-ciri kucing yang mempunyai berat ideal:

  1. Saat melihat kucing dari samping atau atas, bentuk pinggangnya terlihat dengan jelas.
  2. Saat meraba samping badan kucing dengan tangan, tulang rusuk dapat dirasakan tanpa menekankan tangan.
  3. Saat perut kucing dipegang tidak terasa menggembung.
  4. Saat menggerakkan tangan di sepanjang punggung kucing, tulang punggung dan pinggul terasa, tetapi tidak terlihat tonjolannya.
  5. Saat memegang pangkal ekor tidak terasa tumpukan lemak.

Jika saat meraba kamu tidak bisa merasakan tulang rusuk, tulang punggung, dan pinggul, kucingmu mungkin kelebihan berat badan. Sebaliknya jika tulang-tulang kucing terlihat menonjol, ia mungkin kekurangan berat badan.

Jika kucingmu memiliki bulu yang panjang dan tebal periksalah dengan cermat. Rasakan dengan baik badannya di bawah bulunya.

Dokter hewan ada juga yang menggunakan skala untuk menentukan tingkat kegemukan kucing. Baik skala 1-5 (3 adalah berat ideal) atau skala 1-9 (5 adalah berat ideal).

Berikut adalah skala berat badan kucing 1-5:

Skala kegemukan kucing 1-5

Mengatasi Kucing yang Obesitas

Ketahui dulu apa penyebab kucingmu kok sampai kegemukan. Setelah tahu penyebabnya kamu bisa mengambil tindakan yang tepat.

Contoh penyebab dan solusinya:

  • Kucing terlalu banyak makan karena kamu terbiasa memberinya banyak makanan. Solusinya kurangi porsi makannya bertahap hingga mencapai porsi normal.
  • Kucing terlalu banyak makan karena dia stres. Solusinya tenangkan dia dan hilangkan sumber stresnya, lalu amati apakah pola makannya menjadi normal.
  • Kucing makannya normal tapi kurang aktivitas. Solusinya tingkatkan aktivitas kucing dengan mengajaknya bermain, berjalan-jalan dengan tali (kalau dia mau), atau memberinya mainan.
  • Kucing makannya normal tapi kamu memberinya terlalu banyak snack. Solusinya seimbangkan porsi makan dan snack-nya.
  • Kucing makannya normal tapi ternyata keluargamu saat makan juga sering memberi makanan mereka ke kucing. Solusinya minta keluargamu berhenti atau mengurangi membagi makanan ke kucing.
  • Kucing berat badannya naik secara drastis, periksakan ke dokter hewan takutnya ada masalah kesehatan.

Sangat penting untuk menurunkan berat badan secara perlahan, penurunan berat badan yang drastis dapat menyebabkan masalah liver. Idealnya sih kamu berkonsultasi dengan dokter hewan. Mereka dapat menyusun program penurunan berat badan yang paling sesuai dengan kucingmu termasuk pemberian makan (porsi dan frekuensi), jenis makanan, dan pemenuhan aktivitas.

Ada beberapa faktor yang menentukan berapa banyak idealnya makanan harian yang dibutuhkan kucing. Di antaranya adalah metabolisme, tingkat aktivitas, jenis kelamin, usia, jenis kucing, dan apakah kucing disteril atau tidak.

Kamu bisa mengikuti saran porsi makan kucing pada kemasan makanan kucing, tapi ini hanyalah panduan secara umum. Untuk tepatnya memang lebih baik minta nasehat dari dokter hewan.

Dokter hewan mungkin akan memberi saran makanan kucing yang diformulasikan khusus untuk membantu penurunan berat badan. Dimana makanan tersebut kalorinya lebih rendah namun keseimbangan nutrisi tetap terjaga.

Selanjutnya penting untuk disiplin dengan pemberian makan kucing, porsi dan frekuensi makan yang disarankan dokter. Setiap 2-4 minggu pantau berat badannya, pastikan penurunan beratnya tidak terlalu cepat.

Ketika Berat Ideal Kucing Tercapai

Setelah berat badan dan kondisi ideal tercapai, penting untuk menjaga berat badan kucing. Dokter hewan dapat membantu menemukan makanan dan porsi yang tepat untuk menjaga berat badan kucingmu. Kalau tidak dijaga, berat kucing bisa naik turun seperti yoyo, dan itu tidak sehat.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *