Pinjal kucing

Bahaya dan Cara Mengobati Pinjal Kucing

Pinjal kucing adalah jenis pinjal yang paling sering ditemui pada kucing. Parasit ini memakan darah kucing. Ukuran tubuhnya kecil antara 1-2 mm dan berwarna coklat kemerahan.

Kecepatannya berbiak sangat pesat. Dalam waktu 2 bulan seekor pinjal dan keturunannya dapat menghasilkan 20.000 telur.

Bahaya Pinjal Pada Kucing dan Manusia

  • Saat pinjal menggigit ia memasukkan air liurnya yang membuat kucing alergi. Hal itu menyebabkan kucing menggaruk tubuhnya terus-terusan, timbul koreng, iritasi, dan penyakit kulit.
  • Pinjal dapat berefek pada manusia yang sensitif dan bisa menyebabkan gatal, sakit kepala, dan demam.
  • Pinjal dapat menularkan infeksi lain pada kucing.
  • Pinjal dapat membawa cacing pita yang dapat menginfeksi kucing.
  • Karena pinjal memakan darah, pada anak kucing hal ini dapat menyebabkan kelemahan, anemia, dan bahkan kematian.

Siklus Hidup Pinjal Kucing

Siklus hidup pinjal kucing

  1. Pinjal bertelur pada hewan inang, sebagian telur itu terjatuh ke lingkungan.
  2. Telur menetas menjadi larva, yang memakan kotoran pinjal dewasa.
  3. Larva akan membuat kepompong untuk dirinya sendiri dan berkembang menjadi pinjal dewasa.
  4. Pinjal dewasa hidup dari menghisap darah inangnya, mereka kawin lalu siklus hidup pinjal pun berlanjut.

Tanda-Tanda Kucing Terkena Pinjal

Kucing akan menggaruk badan terus-menerus, bulu rontok di beberapa bagian, kulit menebal, kulit berbintik-bintik, dan kulit iritasi.

Untuk mengetahui apakah kucing terjangkit pinjal, letakkan kucing di atas sehelai kain putih, atau kertas putih, atau di atas ubin berwarna putih. Sisir bulunya dengan sisir bergigi rapat dan lihatlah apakah ada pinjal yang berjatuhan.

Biasanya kotoran pinjal kucing juga akan berjatuhan jika disisir, jika digencet akan meninggalkan bekas coklat kemerahan. Warna merah itu adalah residu dari darah kucing.

Mengobati dan Mencegah Pinjal Kucing

Jika kucingmu terkena pinjal langkah pertama sisir bulunya, lalu mandikan. Diharapkan sebagian besar pinjal akan terbasmi, syukur kalau bisa seluruhnya. Lalu kamu bisa mengaplikasikan produk pembasmi pinjal yang disarankan oleh dokter hewan.

Untuk memastikan keamanan dan kefektifan pengobatan dan pencegahan pinjal, sebaiknya kamu bicarakan dengan dokter hewan.

Sedangkan produk yang biasanya digunakan antara lain:

  • Pemberian tablet yang membunuh pinjal dan mencegah telurnya menetas. Ada yang dapat diberikan terus-menerus untuk perlindungan. Namun ada yang hanya boleh diberikan sekali saja untuk membunuh pinjal dengan cepat.
  • Obat semprot.
  • Bedak, biasanya digunakan untuk pengobatan jangka pendek.
  • Kerah atau collar yang melepaskan bahan kimia untuk membasmi pinjal, meski ada yang meragukan keefektifannya.
  • Pengaplikasian sejenis obat pada bagian belakang leher kucing, yang akan membunuh pinjal. Obat ini akan tersebar dengan sendirinya ke tubuh kucing melalui minyak alami yang ada di kulit kucing.

Yang jelas jangan pernah menggunakan produk perawatan pinjal anjing untuk kucing, karena dapat menjadi racun bagi kucing.

Lingkungan rumah juga perlu dibersihkan dari pinjal kucing dan telurnya:

  • Cuci dengan air panas tempat tidur kucing (cat bed) untuk membunuh pinjal. Jika infestasinya parah lebih baik dibuang saja.
  • Bersihkan rumah bisa dengan disapu dan dipel, atau menggunakan vacuum. Segera buang kotoran dari kantong vacuum.
  • Bersihkan barang-barang yang biasa digunakan kucing untuk nongkrong, misalnya sofa, karpet, sprei, dan kasur. Gunakan vacuum cleaner bila perlu.
  • Jika perlu bisa berkonsultasi dengan penyedia jasa pest control profesional, atau sekalian menggunakan jasa mereka. Pastikan mereka menggunakan produk yang ramah kucing.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *