Hai, di review wood pellet cat litter Easy Lite ini saya memperkenalkan cat litter (pasir kucing) yang akan membuat kucingmu, dirimu, rumahmu, lingkunganmu, dan kantongmu lebih nyaman.

Easy Lite terbuat dari serat kayu yang bersih tanpa bahan kimia berbahaya. Kan kayu bisa saja ya diolah dengan bahan tertentu misalnya supaya awet, atau sudah diberi pewarna. Namun Easy Lite menggunakan bahan kayu yang tidak diolah dengan bahan berbahaya.

Kemudian serat kayu itu dijadikan serbuk lalu dibentuk menjadi pellet yang bisa berfungsi seperti pasir kucing. Pellet berukuran lebih besar dari pasir gumpal juga lebih besar dari pasir tofu.

Setiap pellet agak padat dan berbentuk silinder kecil memanjang, ada semacam pembungkusnya untuk mencegah serbuk kayu tercerai-berai. Jadi wood pellet lebih bersih dari pasir kucing karena jauh lebih minim debu.

Debu tidak menempel di kaki kucing sesudah dia menggunakan litter box. Juga debu tidak berhamburan ketika kucing menggaruk-garuk litter. Karena itu rumah akan jadi lebih bersih dan kita tidak harus sering menyapu.

Cara memakai wood pellet cat litter Easy Lite mudah, tuang pellet di litter box hingga ketebalannya sekitar 5 cm. Saat kucing pup kotorannya bisa diserok dan dibuang ke toilet.

Saat kucing pipis pellet yang terkena cairan akan terurai menjadi serbuk kembali. Easy Cat mampu menyerap cairan dengan cepat, kelebihannya lagi bau juga akan terserap. Pellet yang sudah menjadi serbuk bisa dibuang ke tanah, lebih bagus lagi kalau ditaburkan di tanah sekitar tanaman karena bisa menjadi kompos.

Idealnya kotak pasir yang digunakan yang ada saringannya, jadi serbuk kayunya bisa disaring dengan lebih mudah. Tapi kalau tidak punya bisa pakai serokan yang berlubang-lubang. Ambil pellet yang sudah terkena pipis kucing, disaring ditampung di wadah lalu dibuang.

Wood Pellet Easy Cat Dibanding Pasir Kucing Lain

Awal memelihara kucing saya menggunakan pasir gumpal. Tapi saya jadi bingung cara membuangnya bagaimana, terutama pasir yang sudah terkena pipis kucing. Pernah saya coba buang di selokan dan saya menyesal, karena pasirnya tidak larut terbawa air tapi malah menyerap air dan gumpalannya membesar seperti lempung (tanah liat).

Setelah itu saya menggunakan pasir tofu yang berbahan kedelai. Enak sih kotoran bisa dibuang ke toilet dan pasir yang terkena pipis akan menggumpal dan bisa dibuang ke toilet juga.

Namun ada satu masalah yaitu kotor. Pasir tofu masih bisa menempel di kaki kucing, juga mudah ‘terbang’ saat kucing menggaruk-garuk pasirnya. Apalagi kucing saya habis buang air suka menggaruk pasir dengan kuat.

Ya akibatnya berceceran, saya harus menyapu pasir yang tercecer di lantai dan membuangnya. Sehari bisa beberapa kali drama ini terjadi karena kucing saya pup biasanya sehari sekali dan pipisnya berkali-kali.

Kalau wood pellet mirip pasir tofu yaitu mudah dibuang. Ditambah lagi kelebihannya adalah kotoran debu yang tercecer lebih minim.

Lebih irit juga lho. Sebungkus Easy Lite bisa dipakai untuk seekor kucing kira-kira sampai 1 bulan lebih atau 2 bulan. Kalau pasir tofu sebulan biasanya saya habis 1,5 sampai 2 bungkus.

Coba Yuk Wood Pellet Easy Lite!

Easy Lite bisa kamu dapatkan di pet shop terdekat. Saat ini sudah tersebar di banyak daerah di Indonesia. Ada di kota Langsa, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Palembang, Serang, Depok, Jakarta, Bandung, Tegal, Mataram, Makassar, Balikpapan, Pontianak, dan banyak kota lainnya.

Atau bisa kamu beli secara online di marketplace.

wood pellet cat litter easy lite

Wood Pellet Cat Litter Easy Lite 7 kg

Beli di Shopee

Atau mau beli dalam jumlah banyak untuk dijual kembali di petshop milikmu? Silakan hubungi langsung produsennya di website Easylite.id atau di instagram @easylitecat.

Purwanto

Konten blog ini hanya untuk pengetahuan dan hiburan. Meski saya berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, konten yang ada bukan sebagai pengganti saran (dan semacamnya) dari dokter hewan. Kamu tetap harus berkonsultasi ke dokter hewan.

Saya juga terbuka untuk saran, kritik, dan senang sekali jika kamu ingatkan jika ada hal yang salah di blog ini. Mau kerjasama juga boleh misalnya guest post, promosi bisnis terkait kucing, dll.

You may also like

23 Comments

  1. Wah lumayan buat alternatif pasir kucing di rumah. Karena si empus rada enggak nyaman pakai pasir di rumah. Terima kasih kak informasinya. 😉

  2. oh ternyata ada ya pasir “Pup” yang emang dijual di pasaran.. sya baru tau.. wkwkwkk
    wah.. semangat trus ya bikin artikelnya.. semakin berkembang dan banyak menggaet affiliator yg baru.. heheee

    terimakasih telah berbagi informasinya ya mas.. silahkan mampir ke blog saya tegaraya.com

  3. Saya tidak begitu tahu soal pasir kucing beginian, karena saya tidak pernah memelihara kucing. Tapi, ulasan Anda sudah membuka sedikit pikiran saya soal pasir kucing ini. Terima kasih.

  4. Keren tulisannya kak, rapih sekali. artikel ini langsung saya kirimkan ke teman saya penyuka kucing haha, pasti bakalan sangat bermanfaat ini

  5. Terima kasih infonya.

    Di rumah mertua itu banyak banget kucing. Kalo dikasih pasir pellet kek gini pasti akan terjaga kebersihannya yaa. Dan membiasakan kucing untuk mandiri di tempatnya saya PUp dan BAK hehe.

    1. Hehe betul mbak mirip sama anak. Sama-sama butuh biaya, manja, bisa ngambek, bikin khawatir kalau keluar rumah.

  6. Apakah Wood Pellet Cat Easy Lite ini ada aroma nya kak? Misal aroma kopi atau teh? Saya di rumah pakai bentonite cat litter aroma jasmine supaya rumah ga bau.

    1. Iya mbak saya suka kucing. Bagi yang alergi memang disaranin nggak memelihara dan berinteraksi dengan kucing.

  7. Salut sama pecinta binatang, mau berepot2 ngurus ini itunya, pasti ada ajr dibalik ini semua.
    Kalo saya malah takuuuut sama kucing, cuma seneng aj klo liat ad kucing yg lucu. Thanks for sharing,ka.

  8. Karena bukan penggemar kucing, saya baru tahu kalau debu itu jadi masalah sendiri ketika memelihara kucing. Tapi tante saya buka petshop di nggak jauh dari rumah. Nanti coba saya sarankan produk ini di petshopnya

    1. Wah di Jepang banyak pulau kucing tuh mbak, bisa buat wisata jalan-jalan ke sana kalau pas lagi di Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.