The Best Fluffy Pancakes recipe you will fall in love with. Full of tips and tricks to help you make the best pancakes.

Tentang Kami

Fanicat.com bertekad memberikan artikel yang bermanfaat bagi pembaca. Kami penyayang kucing dan menulis berdasarkan pengalaman pribadi, riset, dan kadang wawancara dengan dokter hewan.

Artikel kami secara garis besar terbagi dua yaitu artikel informasional dan artikel komersial. Artikel informasional berisi informasi, tips, hiburan, pengetahuan dsb tentang kucing. Sedangkan artikel komersial berisi rekomendasi produk dan jasa terkait kucing.

Kami sebenarnya ingin agar setiap artikel di blog ini diverifikasi oleh dokter hewan sebelum diterbitkan. Namun karena keterbatasan yang ada, yang bisa kami lakukan saat ini adalah sesekali mewawancara dokter hewan untuk tema tertentu, lalu menuliskannya menjadi artikel.

Memilih produk untuk kucing kesayangan bisa membingungkan dengan sekian banyak pilihan yang ada. Karena itu dalam menulis rekomendasi produk kami berusaha memberikan artikel yang memudahkan pembaca untuk memilih produk, menghemat waktu pembaca tanpa melakukan riset sendiri.

Sebagian kecil produk yang kami rekomendasikan pernah kami gunakan sendiri pada kucing kami. Sebagian besarnya kami pilih berdasarkan riset untuk menemukan produk terbaik sejauh kemampuan kami.

Kami juga sering meminta bahan tulisan pada brand agar artikel kami lebih lengkap dan informatif. Juga agar mendapatkan kontak distributor atau produsen produk, yang kadang dibutuhkan oleh pembaca Fanicat.com yang memiliki pet shop.

Dari brand kami berusaha untuk mendapatkan produk gratis agar bisa benar-benar kami coba dan rasakan kelebihan serta kekurangannya. Kadang kami juga membeli produk sendiri.

Tidak semua produk yang pernah dicoba kami tuliskan review-nya. Produk yang benar-benar tidak bagus tidak kami promosikan di Fanicat.com.

Monetasi

Fanicat.com mendapatkan penghasilan dari affiliate marketing, sponsored post, dan display iklan. Kami juga menjual produk sebagai dropshipper. Kemungkinan ke depannya kami juga akan menerapkan metode monetasi lain.

Umumnya produk yang kami rekomendasikan disertai dengan affiliate link. Artinya jika pembaca membeli melalui link tersebut kami akan mendapatkan komisi penjualan. Banyak terima kasih kami ucapkan telah mau membeli menggunakan affiliate link kami, yang sangat berarti bagi kami.

Kami mohon maaf jika beberapa artikel sponsored post ada yang tidak/kurang relevan dengan tema kucing. Kami terpaksa menerimanya karena membutuhkan biaya untuk membayar hosting, domain, dan mengelola blog ini. Kelak jika keuangan Fanicat.com sudah mapan kami akan lebih leluasa untuk menolak kerjasama yang tidak relevan dengan tema kucing.

Tim Kami

Blog Fanicat.com dikelola oleh dua orang dan kami adalah suami istri.

Purwanto

Penulis, blogger, praktisi SEO, cerpenis. Bertugas mencari ide, meriset, dan menulis artikel. Serta mengoptimasi SEO dan monetasi.

Nunung Dwi Verawati

Penulis, wartawan. Saat ini bekerja sebagai penulis dan wartawan di majalah peternakan Infovet. Karena kesibukannya belum bisa menulis di Fanicat.com, namun tetap semangat mengelola, memikirkan dan menyumbangkan ide-ide agar blog ini menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Datangnya Fani di Kehidupan Kami

Kami sering memberi makan kucing tetangga yang kami namai Kato. Suatu hari seekor kucing makan makanan Kato yang kami taruh di teras. Begitu kami menengoknya dari pintu kucing yang cakep itu lari.

Hari kedua kucing itu datang lagi, kami tengok lagi dari pintu dan dia pergi sebelum sempat makan. Tapi perginya tidak lari, dia berjalan, di hari itu kami mengharap dia datang lagi untuk makan dan kami tidak akan mengganggunya.

Hari ketiga kucing itu datang lagi bersama Kato untuk makan. Ketika didekati dia tidak pergi, bahkan diam saat dielus kepalanya. Tak lama dia pun berjalan pergi.

Hari keempat makanan Kato habis dan kami belum sempat beli. Tiba-tiba ada suara mengeong yang menggemaskan. Pintu dibuka, Kato masuk bersama kucing yang lucu itu, kami senang sekali!

Kucing itu mendekati kami, mengeong, berbaring dan berguling ke kanan kiri. Karena tidak ada makanan Kato pergi tapi kucing itu tidak. Sejak hari itu dia tinggal di rumah kami.

Kucing itu kami namai Stephanie dengan panggilan Fani, karena kami mengiranya betina. Ketika tahu dia jantan panggilannya tetap Fani namun namanya kami ubah menjadi Geofani.

Karena belum berpengalaman memelihara kucing, dan khawatir dia adalah kucing orang lain, kami tidak memeliharanya indoor. Kami membiarkannya bebas kapan saja main di luar rumah, tapi dia selalu pulang lagi. Ketika main jauh dan dipanggil dia akan berlari pulang, Fani juga nurut diajak jalan-jalan tanpa tali.

Yang membuat kami heran dia sering bersembunyi di sela tanaman di halaman, sepertinya ada yang dia takutkan. Dia juga takut sekali dengan orang asing.

Saat itu bulan ramadan, setiap habis sahur Fani sering menemani duduk-duduk di teras. Dia akan berbaring diam, dielus-elus dan diajak ngobrol.

Suatu malam ketika Fani diajak jalan-jalan ada mobil berhenti di depan rumah. Orang yang punya mobil itu tetangga kami, mas Ilham, mengatakan kalau Fani adalah kucingnya yang lepas dan sudah sekitar sebulan dia tangkap tidak bisa-bisa. Saat Fani digendong dan hendak dikembalikan pada pemiliknya dia memberontak dan lari.

Saat itu kami mulai sedih karena tahu akan berpisah dengan Fani. Ketika Fani pulang kami memberitahu pemiliknya yang lalu datang membawa kandang di bagasi mobilnya. Lagi-lagi ketika Fani digendong dan akan dibawa ke mobil dia berontak, lari masuk dan sembunyi di dalam rumah.

Pemiliknya pulang dan kami menunggu lama sampai Fani keluar persembunyian. Lalu kami taruh dia di kamar, kemudian pemiliknya datang dan kandang dibawa ke dalam rumah. Fani dimasukkan ke kandang dan dibawa pergi dan kami sedih sekali.

Dua minggu kami dalam kesedihan, kangen sama Fani, rasanya mau apa-apa tidak semangat. Namun tiba-tiba ada WA dari mas Ilham, menanyakan apa kami mau mengadopsi kucingnya (si Fani). Tentu saja kami mau!

Jam setengah sepuluhan malam kami mengambil Fani, namun saat digendong dia berontak lalu lari. Kami mencarinya tanpa hasil dan memutuskan untuk pulang dan nanti dicari lagi.

Ternyata sekitar jam 1 malam ada suara mengeong-ngeong yang familiar. Fani datang, dia langsung masuk rumah begitu dipanggil dan sejak saat itu tidak berpisah dari kami, alhamdulillah.

Berdirinya Fanicat.com

Ternyata tidak gampang memelihara kucing, banyak yang harus kami pelajari dan yang ingin kami tahu. Kami pun mulai belajar sedikit-sedikit.

Waktu itu kami benar-benar tidak tahu kucing membutuhkan litter box dan pasir kucing, makanan kucing merknya apa saja, dan hal mendasar lain. Kami membeli litter box kecil karena Fani yang badannya terlihat cukup besar kami sangka sudah maksimal pertumbuhannya. Juga membeli pet cargo untuk membawa Fani grooming, ke klinik hewan, dan lainnya.

Ternyata Fani masih kitten perkiraan umurnya 8 bulanan. Begitu dia tumbuh kami beli lagi litter box yang lebih besar. Dia tumbuh lagi dan pet cargo-nya jadi sesak sehingga kami hadiahkan ke pemilik kucing lain.

Kami terus belajar, banyak membaca, bertanya pada dokter hewan kalau ada kesempatan. Hingga suatu saat terpikir untuk menuangkan hasil belajar itu ke sebuah blog bertema kucing. Juga siapa tahu blognya bisa menghasilkan uang bisa untuk biaya memberikan perawatan terbaik bagi Fani.

Pada November 2019, lahirlah Fanicat.com.

Kami bersyukur saling memiliki dengan Fani. Kami akan terus merawat Fani, merawat blog Fanicat ini, berusaha memberikan yang terbaik sejauh kemampuan kami.

Terima kasih kami untuk para pembaca dan pihak-pihak yang telah mau bekerja sama. Kalian punya andil besar dalam membesarkan blog ini.