The Best Fluffy Pancakes recipe you will fall in love with. Full of tips and tricks to help you make the best pancakes.

Bolehkah Kucing Makan Tempe? Simak Penjelasan drh Aulia

Setahu saya cukup banyak pemilik kucing yang memberi kucingnya makan tempe. Tapi sebenarnya bolehkah kucing makan tempe?

“Tempe buat kucing sebenarnya aman-aman saja. Tapi tergantung juga dari imun kucingnya apakah sedang kuat atau tidak dengan ragi pada tempe tersebut,” kata drh Aulia M Insani dari Sandiki Petcare Surabaya. “Biasanya ada yang digoreng. Nah, untuk pemberian yang digoreng ini kadang yang kurang baik daripada tempe yang dikukus.”

Jika kucing imunnya sedang tidak kuat, memakan tempe bisa menimbulkan beberapa efek buruk. Biasanya kucing akan kembung, pup berwarna putih bercampur darah merah. Bahkan jika sering diberi tempe terus-menerus kucing bisa saja mengalami muntah.

Namun sebenarnya tempe tidak disarankan diberikan pada kucing karena tidak bisa memenuhi kebutuhan nutrisi kucing. Sebagai karnivora murni kucing membutuhkan 98% protein hewani, tidak membutuhkan protein babati dari tanaman.

Anjing yang masih bisa menerima protein hewani dibatasi untuk konsumsi makanan yang mengandung ragi. Apalagi kucing yang murni karnivora. Karena itu tempe tidak ideal untuk makanan harian kucing.

“Kalau untuk makanan sehari-hari tidak direkomendasikan. Cuma beberapa ada yang saya lihat memang memakai tempe untuk penggemukan. Itu biasanya bukan gemuk daging ya, itu bisa jadi gemuk gas,” terang dokter Aulia. “Untuk pemberian sesekali, boleh lah buat yang kucingnya banyak. Tapi cuma sesekali saja lho, tidak untuk pemberian rutin.”

Tempe juga bisa menyebabkan alergi pada kucing. Reaksi alerginya berbeda-beda tergantung pada kondisi kesehatan kucing dan kekuatan imunnya.

Mirip manusia ketika mengalami alergi, misalnya alergi seafood. Ada yang gejalanya ringan saja setelah makan seafood, ada yang alerginya langsung kronis.

Kucing pun demikian, ada yang kuat mengonsumsi protein nabati dan tidak mengalami alergi. Ada yang alerginya ringan biasanya gatal-gatal, kulitnya agak kemerahan, dan biasanya disertai bulu rontok. Ada pula yang langsung alergi berat dengan gejala di antaranya sesak nafas, dan jika perutnya tidak kuat bisa terjadi diare berkepanjangan.

Jadi, kucing yang sehat dan kuat imunnya boleh diberi tempe dalam jumlah sedikit dan pemberiannya sesekali saja sebagai snack. Tempe yang diberikan pun sebaiknya yang dikukus jangan yang digoreng apalagi dibumbui. Namun jika bisa sebaiknya hindari memberi kucing tempe, lebih baik diberi makanan dan snack yang memang khusus untuk kucing.

“Kelihatan kok kalau kucing sering dikasih tempe atau tidak. Cirinya kalau diberi makanan kucing terutama dry food, dia menolak. Pasti tidak dimakan atau dimakan tapi sedikit,” kata dokter Aulia.

Jika kucingmu sengaja atau tidak sengaja makan tempe, waspadai apakah setelahnya terjadi reaksi alergi. Jika tampak gejala alergi sebaiknya segera menghubungi dokter hewan agar bisa diberi penanganan yang tepat.

Untuk kamu yang tinggal di Surabaya, Sidoarjo atau Gresik bisa mempercayakan kesehatan dan perawatan kucingmu pada drh Aulia M Insani dari Sandiki Petcare. Dokter Aulia hanya menerima house call (home visit) jadi kamu tidak perlu capek keluar rumah. Untuk membuat janji, kamu bisa menghubunginya di Instagram @sandiki_petcare atau via https://linktr.ee/SandikiPetcare.

Share your love
Purwanto
Purwanto

Konten blog ini hanya untuk pengetahuan dan hiburan. Meski saya berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, konten yang ada bukan sebagai pengganti saran (dan semacamnya) dari dokter hewan. Kamu tetap harus berkonsultasi ke dokter hewan.

Saya juga terbuka untuk saran, kritik, dan senang sekali jika kamu ingatkan jika ada hal yang salah di blog ini. Mau kerjasama juga boleh misalnya guest post, promosi bisnis terkait kucing, dll.

Articles: 208

Leave a Reply

Your email address will not be published.